• info@nusanipa.ac.id
  • +62 382 22388
News Photo

WEBINAR UNIPA MENYAMBUT SEPTEMBER 2020

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi ASEAN Universitas Nusa Nipa menyelenggarakan Webinar Nasional via live conference menggunakan Zoom Meeting Apps dengan tema : “ Masyarakat ASEAN dan Tantangan Politik – Keamanan Kawasan : Perspektif NTT Sebagai  Wilayah Perbatasan.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2020, Jam 08.30 - 11.30 WIB /09.30 - 12.30 WITA diikuti sebanyak 1.326 peserta dari berbagai kalangan terutama mahasiswa UNIPA.

Webinar ini menjadi spesial karena menjadi pembuka bulan September 2020 dan sambutan opening disampaikan oleh Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Bidkoor Pollugri) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Dr. (HC) Lutfi Rauf, M.A, dan Rektor Universitas Nusa Nipa, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si yang sekaligus membuka webinar secara resmi.

Turut hadir dalam webinar ini adalah empat narasumber yaitu Judha Nugraha (Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI), Dubes Chilman Arisman (Pejabat Fungsional Diplomat Utama Kemlu), Dwi Kardono (Direktur Proteksi Pemerintah BSSN) dan Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S. (Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana). Selain itu, hadir juga penanggap, Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil, M.A (Dosen Komunikasi Politik dan Komunikasi Internasional Universitas Nusa Nipa) dan moderator Abdullah Zulkifli (Asisten Deputi Kerjasama ASEAN Kemenkopolhukam RI).

Webinar ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal sebagai akibat dari pandemi COVID-19 untuk negara-negara ASEAN secara umum yaitu adanya ancaman keamanan non tradisional, tindakan kejahatan cyber hacking, phising, identity theft, penyebaran disinformasi dan misinformasi, kejahatan perdagangan orang karena berkurangnya kesempatan kerja di maumere dan wilayah NTT sebagai kawasan yang rawan akan tidak perdagangan orang menjadi semakin mendalam. Berdasarkan latar belakang ini, dalam sambutannya, Lutfi Rauf menjelaskan bahwa Propinsi NTT memiliki garis batas laut yang panjang dengan negara tetangga. Contohnya garis batas laut antara NTT dan Timor Leste mencapai total 225 km. NTT juga memiliki perbatasan laut dengan Australia di Samudra Hindia. Wilayah laut yang luas menjadikan NTT memiliki potensi kekayaan laut yang besar. Namun potensi ini terancam oleh aktivitas ilegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing).

Menurut Lutfi, praktik illegal fishing yang terjadi hingga saat ini telah mengurangi stok ikan dunia sebesar 90,1%. Indonesia sebagai wilayah perairan yang cakupannya cukup luas ini terus mendorong kerjasama penanganan IUU Fishing di level bilateral/ ASEAN/ regional, termasuk mendorong agar kejahatan illegal fishing dikategorikan sebagai salah satu bentuk kriminalisasi internasional terorganisir. Selain itu, Lutfi Rauf menjelaskan tentang ancaman kejahatan siber yang beragam diantara cyber hacking, data theft, dan internet phising yang terdapat dalam internet. Oleh karena itu, penting bagi para mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan ancaman tersebut melalui peningkatan cyber awareness.

          Setiap narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini menyampaikan pandangan mereka tentang perspektif keamanan dari sisi kerjasama ASEAN, upaya perlindungan WNI dan cyber security. Prof. Alo Liliweri menyampaikan permasalahan infrastruktur komunikasi di wilayah NTT yang disadari sangat dibutuhkan di masa pandemi utamanya untuk mendukung kegiatan belajar; sedangkan Dr. Jonas K.G.D Gobang sebagai penanggap menyampaikan bahwa pendidikan merupakan bagian penting untuk pemberdayaan masyarakat terutama di wilayah perbatasan untuk ikut waspada menjaga pentingnya keamanan perbatasan. Tanggapan Jonas K.G.D. Gobang menjadikan webinar ini semakin menarik dan berkesan. (Claudia/Diny)

Bagikan Berita

Bakti Nyata untuk Nian Tana