News Photo

Kemenkumham NTT dan Unipa Kerja Sama Lindungi Kekayaan Intelektual

HUMAS UNIPA, Maumere - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) NTT dan Univerrsitas Nusa Nipa melakukan perjanjian kerja sama dalam hal melindungi kekayaan intelektual.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilaksanakan di Hotel Go Maumere, Jumat (24/3), sebelum dimulainya Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTT Marciana Dominika Jone dan Rektor Unipa  Angelinus Vincentius menandatangani perjanjian kerja sama di depan Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Marciana Dominika Jone menyampaikan komitmen Kanwil Kemenkumham NTT untuk membangun kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sikka sebagai upaya untuk membangun ekosistem kekayaan intelektual yang baik dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Selain itu, kata dia, untuk penyaluran bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin sebagai upaya dalam melindungi dan menjamin hak azasi warga negara akan kebutuhan akses seluas-luasnya terhadap keadilan dan kesamaan di hadapan hukum.

Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenhumkam NTT Erni Mamo Li menambahkan ada begitu banyak hak cipta sebagai kekayaan intelektual yang terdapat pada Unipa. Dia menyebut seperti karya ilmiah, skripsi, tesis, dan lain-lain.

194 KI Sudah Terdaftar

Kekayaan Intelektual sangat beragam jenis, dari hak cipta, merek, desain industri, paten, DTLST, rahasia dagang, indikasi geografis, dan KIK.

Khusus untuk Propinsi NTT, menurut Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenhumkam NTT Erni Mamo Li selaku Ketua Panitia Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual, terdapat 4 jenis yang dominan yakni merek, paten, desain industri, dan hak cipta.

“Pada tahun ini sudah tercatat 194 kekayaan intelektual yakni 171 hak cipta, 12 paten dan 11 merek. Sedangkan desain industri belum tercatat,” ujar Erni Mamo Li ketika menyampaikan laporan kegiatan.

Dia mengatakan kekayaan intelektual harus dilindungi oleh pemerintah, karena selain memberi manfaat yang besar bagi pencipta, penemu atau orang yang lebih dahulu mendaftarkan,  karena memiliki manfaat ekonomi juga sangat berharga untuk kemajuan perekonomian bangsa.

Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual menghadirkan 2 narasumber yakni Wakil Gubernur NTT Josep A Nae Soi dan Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham NTT Erni Mamo Li.

Wakil Gubernur membawakan materi Peran Strategis Kebijakan Daerah dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat melalui Pemanfaatan KIK. Sementara Erni Mamo Li membawakan materi Pengenalan Kekayaan Intelektual.

Peserta Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual berjumlah kurang lebih 50 orang, terdiri dari pemerintah daerah, pegiat Kekayaan Intelektual, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perguruan Tinggi, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Sikka.


Sumber:https://suarasikka.com/2023/03/24/kemenkumham-ntt-dan-unipa-maumere-kerja-sama-lindungi-kekayaan-intelektual/

Bagikan Berita

Bakti Nyata untuk Nian Tana