• info@nusanipa.ac.id
  • +62 382 22388
News Photo

Atasi Stunting di Kabupaten Sikka UNIPA bagikan 13.180 Butir Telur Ayam

Humas UNIPA - Maumere, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Indonesia telah mengakhiri penyelenggaraan KKN di empat Kecamatan di Kabupaten Sikka seperti Kecamatan Talibura, Kecamatan Waiblama, Kecamatan Mego dan Kecamatan Tana Wawo. Penyelenggaraan KKN MM T.A 2021/2022 Universitas Nusa Nipa dimulai sejak 20 Juni hingga 20 Juli 2022.

Kehadiran para mahasiswa KKN ini banyak membantu masyarakat di empat Kecamatan tersebut. Dengan dibekali kemampuannya, para mahasiswa mengaplikasikan semua ilmunya untuk kemaslahatan warga yang membutuhkan.

Ada banyak program-program yang linear dengan Ilmu dan pengetahuan telah dilakukan oleh Mahasiswa/wi yang berkaitan dengan tema KKN yaitu ketahanan sosial serta ekologi.

Pada KKN ini, para calon sarjana ini memberi perhatian secara kusus dan serius di dua Kecamatan yakni Talibura dan Waiblama sebab kedua Kecamatan ini terdeteksi anak yang mengalami masalah stunting atau gizi buruk.

Kepala LP2M UNIPA Teresia Elfi, S.Kep,Ns.,M.Kep mangatakan bahwa mereka terpanggil untuk membantu di kedua kecamatan ini sebab tungginya kasus stunting sebanyak 659 balita. Tidak hanya penanganan medis yang diberikan tetapi mereka juga dibekali dengan memberikan edukasi bagi orang tua tentang pentingnya perkembangan bayi terutama dalam hal asupan makanan bergizi sehingga anak terhindar dari stunting.

“Kami sangat konsern dengan perkembangan anak terutama pada gizi anak. Sebab jika bayi yang mengalami kekurangan gizi maka perkembangan otaknya akan terganggu. Mereka adalah masa depan bangsa, maka penting untuk memberikan perhatian khusus kepada mereka.” kata Elfi.

Universitas Nusa Nipa juga memberikan bantuan 13.180 butir telur yang langsung dibagikan oleh DPL dan Mahasiswa/wi peserta KKN-MM pada setiap warga Desa yang menderita stunting. Pemberian telur bersamaan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan setiap hari selama 20 hari.

Hasil analisis data berdasarkan SPSS diperoleh rata-rata kenaikan berat badan Balita Stunting 2 ons dan Tinggi badan rata-rata mengalami kenaikan 2,88 cm (hasil pengukuran Juli 2022 dibandingkan dengan data bulan Februari 2022).

Dari pemberian Telur bersamaan dengan PMT sangat berdampak positif pada kenaikan Tinggi dan Berat Badan Balita stunting. Dengan pencapaian tersebut kita telah memberikan kontribusi nyata dan mendukung program pemerintah dalam menanggulangi kasus kejadian stunting di Kabupaten Sikka.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Rektor Universitas Nusa Nipa Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si, serta Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menyukseskan Program KKN-MM T.A 2021/2022.

Sumber: HUMAS UNIPA

Bagikan Berita

Bakti Nyata untuk Nian Tana