Program Studi
S1 KEPERAWATAN

Universitas Nusa Nipa Maumere

Non Scholae
Sed Vitae Discimus

"Kita Belajar Bukan Untuk Sekolah Melainkan Untuk Hidup"

Kurikulum Program Studi S1 Keperawatan


Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada Program Studi S1 Keperawatan-Ners dimulai sejak tahun akademik 2010/2011. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang dimaksud diatas telah diberlakukan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor nomor : 68/00.U.NN/R/2010 tentang Penetapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pada KBK yang dimaksud rumusan kompetensi utama lulusan mengacu kepaa Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2010 yang ditetapkan oleh AIPNI. Disamping itu rumusan kompetensi lulusan juga mengacu kepada Standar Kompetensi Perawat Indonesia yang ditetapkan oleh PPNI serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang keperawatan untuk menyusun learning-outcomelulusan yang disesuaikan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran Program Studi S1 Keperawatan Ners. KKNI mulai diberlakukan pada Program Studi S1 Keperawatan-Ners pada tahun akademik 2016/2017 (Semester I).

Kompetensi Program Studi S1 Keperawatan-Ners dapat dijelaskan sebagai berikut :

Kompetensi Utama Tahap Akademik (Sarjana Keperawatan) adalah :


  1. Melakukan komunikasi secara efektif
  2. Melaksanakan pendidikan kesehatan
  3. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan *)
  4. Mampu   melaksanakan   asuhan   keperawatan   professional   di   tatanan   klinik   dan komunitas*)
  5. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
  6. Mampu menjalin hubungan interpersonal
  7. Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula
  8. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat

Kompetensi Utama tahap profesi (Ners)


  1. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal
  2. Melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas dengan menggunakan hasil  penelitian,  serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan.
  3. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan
  4. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya menigkatkan kulaitas asuhan keperawatan.

Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan


  1. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan
  2. Mampu menerapkan pengetahuan, kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan.
  3. Mampu membuat keputusan etik.
  4. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik *)
  5. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *)
  6. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif
  7. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *)
  8. Mampu memberikan pendidikan kesehatan  kepada  klien sebagai  upaya  pencegahan primer, sekunder, dan tertier.
  9. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat.
  10. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *)
  11. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik.
  12. Mampu  mendemonstrasikanketerampilan   teknis  keperawatan   sesuai   standar   yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efektif dan efisien *)
  13. Mampu mengkolaborasikan  berbagai  aspek  dalam  pemenuhan  kebutuhan  kesehatan klien *)
  14. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)
  15. Mampu  mewujudkan  lingkungan  yang  aman  secara  konsisten  melalui  penggunaan secara strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko.
  16. Mampu  melaksanakan  pelayanan  kesehatan  sesuai  dengan  kebijakan  yang  berlaku dalam bidang kesehatan *)
  17. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *)
  18. Mampu   memberikan   dukungan   kepada   tim   asuhan   dengan   mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *)
  19. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *)
  20. Mampu   merancang,   melaksanakan   proses   penelitian   sederhana   dalam   upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
  21. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan *)
  22. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan.
  23. Mampu  mengikuti  perkembangan  ilmu  dan  teknologi  di  bidang  keperawatan  dan kesehatan.
  24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan professional.
  25. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan
  26. Belum memiliki kewenangan untuk melakukan. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan,  menyelesaikan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners

Kompetensi Pendukung Profesi Ners :


  1. Mampu melakukan kompetensi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan
  2. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dan kerja tim.
  3. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
  4. Mampu  menggunakan  proses  keperawatan  dalam  menyelesaikan  masalah  klien  di tatanan klinik dan komunitas.
  5. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal
  6. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan  mengharagai  etnik,  agaman,  atau faktor lain dari setiap klien yang unik.
  7. Mampu mengkolaborasikan  berbagai  aspek  dalam  pemenuhan  kebutuhan  kesehatan klien.
  8. Mampu  mendemonstrasikan  keterampilan  teknis  keperawatan  yang  sesuai  dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
  9. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis, dalam mengembangkan asuhan keperawatan.
  10. Mampu memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu, dan konsisten.
  11. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
  12. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik.
  13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
  14. Mampu  melaksanakan  pelayanan  kesehatan  sesuai  dengan  kebijakan  yang  berlaku dalam bidang kesehatan.
  15. Mampu   memberikan   dukungan   kepada   tim   asuhan   dengan   mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan.
  16. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
  17. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional
  18. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
  19. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan.
  20. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan.
  21. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif dan preventif, kuratif dan rehabilitaif
  22. Mampu melaksanakan terapi modalitas/komplementari sesuai dengan kebutuhan klien.
  23. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
  24. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasaranan ruang keperawatan secara berkelompok.
  25. Mampu mengorganisasikan manajemen ruang keperawatan secara berkelompok.
  26. Mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim.
  27. Mampu memberikan pengarahan kepada anggota timnya.
  28. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya.
  29. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan
©Copyright www.nusanipa.ac.id 2018