BPM

BADAN PENJAMIN MUTU

UNIVERSITAS NUSA NIPA

Kode :01/BPM-SPEND.NN/VII/2017

Tanggal : 03 Juli 2017

STANDAR

KOMPETENSI LULUSAN

Revisi : 0

Halaman : 1 dari 7

 

 

 

STANDAR

KOMPETENSI LULUSAN

 

 

Proses

Penanggungjawab

Tanggal

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

  1. Perumusan

Cornelia Hildegardis, ST., MT

Anggota BPM

 

 

 

05/07/2017

  1. Pemeriksaan

Yasinta Roslinda Mero, SP., MP

Ketua BPM

 

 

 

05/07/2017

  1. Persetujuan

Dr. Jonas K.G.D Gobang, S.Fil, MA

Wakil Rektor I

 

 

 

05/07/2017

  1. Penetapan

Ir. Angelinus Vincentius, M.Si

Rektor

 

 

 

05/07/2017

  1. Pengendalian

Drs. Sabinus Nabu

Ketua Pengurus Yayasan

 

 

 

05/07/2017

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Visi  dan Misi

Visi :

Universitas Nusa Nipa menjadi Universitas unggul dalam pengembangan kawasan, mandiri, inovatif, berkarakter dan berkualitas dalam proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tercapai pada tahun 2020.

 

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkarakter dan berkualitas, mampu berperan secara aktif, mandiri, dan inovatif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan kawasan Regional Nusa Tenggara dalam bingkai Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia yang berwawasan global, untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing;
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat;
  4. Menyelenggarakan administrasi dan ketata-usahaan yang taat azas, modern dan profesional, serta memiliki tatakelola perguruan tinggi yang baik (good university goverment);
  5. Mengupayakan peningkatan secara nyata manfaat kerjasama baik Lokal, Nasional maupun Internasional untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
  1. Rasionale

 

 

 

Misi Universitas Nusa Nipa menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkarakter dan berkualitas, mampu berperan secara aktif, mandiri, dan inovatif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan kawasan Regional Nusa Tenggara dalam bingkai Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia yang berwawasan global, untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing;Untuk mencapai Misitersebut, Universitas Nusa Nipa sebagai bagian dari bentukpelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya bidang akademik yang berkualitas,profesional serta kompetitif, diperlukan ketersediaan standar kompetensi lulusan yangmampu mengakomodasi stakeholders baik dari kalangan profesi,pengguna lulusan, maupun masyarakat umum.

 

Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan TInggi Republik Indonesia Nomor 44 tahun merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yangmencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan. Standar kompetensi lulusan digunakan  sebagai acuan utama  pengembangan standar isi pembelajaran, standar proses  pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.

 

 

  1. Pihak yang bertanggung jawab

 

Pihak yang bertanggungjawab:

Pihak yang bertanggungjawab dalam merumuskan:

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor I
  3. Wakil Rektor III
  4. BPM

 

Pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan:

1.  Dekan Fakultas

2.  Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalammengevaluasi:

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor I
  3. Wakil Rektor III
  4. BPM
  5. Dekan Fakultas
  6. Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalam pengendalian:

  1. Yayasan
  2. BPM

 

Pihak yang terlibat :

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor 1
  3. Wakil rektor III
  4. Dekan
  5. Ketua Program Studi
  6. Dosen
  7. Tenaga Kependidikan
  8. Mahasiswa

 

  1. Definisi Hasil Istilah
  1. Merancang standar adalah olah pikir untuk menghasilkan standar tentang hal yang  dibutuhkan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Nusa Nipa.
  2. Menetapkan standar adalah tindakan berupa persetujuan dan pengesahan standar sehingga standar dinyatakan berlaku.
  3. Standar Kompetensi Lulusan adalah  kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan  yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan
  4. Studi Pelacakan adalah studi untuk mendapatkan data yang diperlukan dari pemangku kepentingan internal dan/atau eksternal sebagai bahan acuan untuk menentukan/ membuat draf standar.
  5. Uji Publik merupakan proses pengujian atau sosialisasi kepada pemangku kepentingan internal dan/atau eksternal dari draf standar sebelum ditetapkan sebagai standar.
  6. Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan  tugas- tugas di bidang pekerjaan tertentu.
  7. Sikap merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui  proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian  kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
  8. Pengalaman kerja mahasiswa berupa pengalaman dalam kegiatan di bidang tertentu  pada jangka waktu tertentu, berbentuk pelatihan kerja, kerja praktik, praktik kerja lapangan atau bentuk kegiatan lain yang sejenis.
  9. Pengetahuan merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
  10. Keterampilan merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran, mencakup:
  11. Keterampilan umum sebagai kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi.
  12. Keterampilan khusus sebagai kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi.
  1. Pernyataan Hasil   Standar

 

 

 

 

  1. Ketua Program Studi dan tim kurikulum dalam menyusun  kurikulum Program Studi dikembangkan dan dilaksanakan berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  2. Ketua Program Studi atas nama Rektor Universitas Nusa Nipa   dalam menetapkan kompetensi program studi (berdasarkan Kepmendiknas nomor 045/U  tahun 2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi Pasal 2 A yat (1)) terdiri atas (1)Kompetensi utama; (2) Kompetensi pendukung; (3) Kompetensi lain yang bersifat khusus.
  3. Ketua Program Studi bersama tim atas nama Rektor  dalam menyusun kompetensi utama merupakan kompetensi yang harus dimiliki lulusan prodi yang  membedakan dengan lulusan prodi lain.
  4. Standar kompetensi lulusan yang disusun oleh Ketua Program Studi beserta Tim digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan mahasiswa  Universitas Nusa Nipa.
  5. Standar kompetensi lulusan yang disusun oleh Ketua Program Studi beserta Tim harus menetapkan kualifikasi kompetensi lulusan yang meliputi pengetahuan,  keterampilan, dan sikap.
  6. Ketua Program Studi beserta Tim dalam menyusun kualifikasi kompetensi lulusannya harus melibatkan dosen dan pemangku kepentingan (stakeholders) yang relevan.
  7. Ketua Program Studi atas nama Rektor bertanggungjawab melakukan berbagai upaya dalam rangka pemenuhan standar kompetensi.
  8. Rumusan capaian pembelajaran lulusan wajib mengacu pada deskripsi capaian  pembelajaran lulusan KKNI dan  memiliki kesetaraan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI.
  9. Rumusan sikap yang dirumuskan menyatakan bahwa setiap lulusan program pendidikan akademik, vokasi, dan profesi harus memiliki sikap:
  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap relijius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
  3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
  6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan  lingkungan.
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
  9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara  mandiri.
  10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan
  1. Rumusan  keterampilan umum Program Diploma III yang merupakan bagian dari capaian  pembelajaran lulusan adalah :
  1. Mampu menerapkan pemikian logis, kritis, inovatif, bermutu, dan terukur dalam melakukan  pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi  kerja  bidang yang bersangkutan.
  2. Mampu  menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur
  3. Mampu mengkaji kasus penerapan ilmupengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang keahliannya dalam rangka menghasilkan prototype, prosedur baku, desain atau karya seni, menyusun hasil kajiannya dalam bentuk kertas kerja, spesifikasi desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi
  4. Mampu menyusun hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk kertas kerja, spesifikasi desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi
  5. Mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur baku, spesifikasi desain, persyaratan keselamatan dan keamanan kerja dalam melakukan supervisi dan evaluasi pada pekerjaannya.
  6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja sama dan hasil kerja sama di dalam maupun di luar lembaganya.
  7. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya.
  8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri
  9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi
  1. Rumusan keterampilan umum Program Sarjana yang merupakan bagian dari capaian  pembelajaran lulusanadalah :
  1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis,  sistematis, dan inovatif dalam konteks  pengembangan atau implementasi  lmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan  menerapkan nilai.
  2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur.
  3. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmupengetahuan teknologi  yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya  berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan,  desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau  laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi.
  4. Menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan  mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi.
  5. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data.
  6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya.
  7. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan  evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya.
  8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri.
  9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untukmenjamin  kesahihan dan mencegah plagiasi
  • Rumusan pengetahuan dan keterampilan khusus sebagai bagian dari capaian pembelajaran lulusan wajib disusun oleh suatu tim atau forum program studi.
  • Rumusan capaian pembelajaran lulusan diusulkan kepada Direktur Jenderal untuk  ditetapkan menjadi capaian pembelajaran lulusan.
  • Rumusan capaian pembelajaran lulusan dikaji dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal sebagai rujukan program studi sejenis.

 

  1. Strategi Pelaksanaan Standar  Kompetensi Lulusan 
  1. Rektor, Ketua Program Studi  perlu membina hubungan dengan organisasi profesi, alumni, pemerintah, dan dunia usaha.
  2. Menyelenggarakan pelatihan yang berkaitan dengan proses pembelajaran untuk dosen.

 

  1. Indikator Ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan 
  • Rata-rata waktu tunggu kerja lulusan ± 3 bulan
  • Kesesuaian bidang kerja dari lulusan dengan bidang studi lebih dari 80%
  • Tanggapan pengguna lulusan terkait aspek integritas, bidang ilmu, penguasaan bahasa inggris, penggunaan teknologi informasi, komunikasi, kerjasama tim dan pengembangan diri adalah baik dan/atau baik sekali

 

  1. Dokumen terkait Pelaksanaan Standar Kompetensi Lulusan 
  1. Buku Panduan Akademik
  2. Statuta Universitas Nusa Nipa
  3. Pedoman Tracer study
  4. Form penyusunan kompetensi lulusan
  5. Form tracer study Alumni
  6. Form Tracer study pengguna lulusan

 

  1. Referensi

 

 

  1. Peraturan Menteri RISTEKDIKTI No.44 tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  2. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
  3. Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, 2010
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaandan Penyelenggaraan Pendidikan.
  5. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, “Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, SPM- PT”, 2008

 

 

 

 

 

 

 

BADAN PENJAMIN MUTU

UNIVERSITAS NUSA NIPA

Kode :02/BPM-SPEND.NN/VII/2017

Tanggal : 03 Juli 2017

STANDAR

ISI PEMBELAJARAN

Revisi : 0

Halaman : 1 dari 7

 

 

STANDAR

ISI PEMBELAJARAN

 

 

Proses

Penanggungjawab

Tanggal

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

  1. Perumusan

Cornelia Hildegardis, ST., MT

Anggota BPM

 

 

 

05/07/2017

  1. Pemeriksaan

Yasinta Roslinda Mero, SP., MP

Ketua BPM

 

 

 

05/07/2017

  1. Persetujuan

Dr. Jonas K.G.D Gobang, S.Fil, MA

Wakil Rektor I

 

 

 

05/07/2017

  1. Penetapan

Ir. Angelinus Vincentius, M.Si

Rektor

 

 

 

05/07/2017

  1. Pengendalian

Drs. Sabinus Nabu

Ketua Pengurus Yayasan

 

 

 

05/07/2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Visi  dan Misi

Visi :

Universitas Nusa Nipa menjadi Universitas unggul dalam pengembangan kawasan, mandiri, inovatif, berkarakter dan berkualitas dalam proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tercapai pada tahun 2020.

 

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkarakter dan berkualitas, mampu berperan secara aktif, mandiri, dan inovatif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan kawasan Regional Nusa Tenggara dalam bingkai Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia yang berwawasan global, untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing;
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat;
  4. Menyelenggarakan administrasi dan ketata-usahaan yang taat azas, modern dan profesional, serta memiliki tatakelola perguruan tinggi yang baik (good university goverment);
  5. Mengupayakan peningkatan secara nyata manfaat kerjasama baik Lokal, Nasional maupun Internasional untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
  1. Rasionale

 

 

 

Perguruan   Tinggi  merupakan  lembaga  publik  yang  memiliki  bisnis  proses  dalam  bidang  pendidikan,  penelitian,  dan  pengabdian  masyarakat  sebagai  bentuk  Tri Dharma  Perguruan  Tinggi.  Dalam  penyelenggaraan  bisnis  proses  tersebut,  publik  menuntut  adanya  akuntabilitas  baik  dalam  tahap input,  proses, output,  maupun outcome. Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas yang baik, maka pada era globalisasi dengan derasnya arus  informasi,  dinamika  berkehidupan  bermasyarakat  serta  berbangsa  yang  terus berkembang (berubah) baik dalam skala lokal, regional maupun internasional, diperlukan kualitas dalam sistem pendidikan tinggi secara berkesinambungan.

Untuk mencapai visi, misi dan tujuan Universitas Nusa Nipa  sebagai  bagian  dari  bentuk  pelayanan  Tri  Dharma  Perguruan  Tinggi profesional serta kompetitif, diperlukan ketersediaan mengakomodasi stakeholders baik dari  kalangan  profesi,  pengguna  lulusan  ataupun masyarakat  umum. Untuk  mengatasi dinamika kebutuhan dunia pendidikan, maka standar isi ini perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan  secara  periodik  guna  peningkatan  kualitas  berdasarkan  permintaan  stakeholders.  Pengembangan  standar  isi  tidak  hanya  bertujuan  untuk  mengatasi permintaan pasar kerja (market signal)  akan tetapi harus mampu memenuhi visi ilmiah (scientificvisions) agar dapat mempersiapkan lulusan dalam menciptakan lapangan kerja ataupun  studi  lanjut.  Oleh  karenanya, Universitas Nusa Nipa menetapkan standar  isi  yang  akan  menjadi  tolok  ukur  bagi  pimpinan program  studi  maupun  dosen  yang  bertanggung  jawab  dalam  perannya  sebagai  perancang,  penilai, dan pembaharu atau pengembang standar isi.

Standar isi dokumen mutu Universitas Nusa Nipa  memuat:

1. Kerangka dasar & struktur kurikulum

2. Beban belajar

3. Kurikulum

4. Kalender akademik

5. Evaluasi dan pengembangan kurikulum

  1. Pihak yang bertanggung jawab

 

Pihak yang bertanggungjawab:

Pihak yang bertanggungjawab dalam merumuskan:

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor I
  3. BPM
  4. Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan:

1.  Dekan Fakultas

2.  Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalammengevaluasi:

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor I
  3. BPM
  4. Dekan Fakultas
  5. Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalam pengendalian:

  1. Yayasan
  2. BPM
  1. Definisi Hasil Istilah
  1. Standar  isi  pembelajaran  merupakan  kriteria  minimal  tingkat  kedalaman  dan keluasan materi pembelajaran.
  2. Merancang standar adalah olah pikir untuk menghasilkan standar tentang hal yang dibutuhkan  dalam  Sistem  Penjaminan  Mutu  Internal Universitas Nusa Nipa (SPMI-UNIPA).
  3. Menetapkan standar  adalah tindakan  berupa  persetujuan  dan pengesahan standar sehingga standard dinyatakan berlaku.
  4. Studi  Pelacakan  adalah  studi  untuk  mendapatkan  data  yang  diperlukan  dari pemangku  kepentingan  internal  dan/atau  eksternal  sebagai  bahan  acuan  untuk  menentukan/ membuat draf standar.
  5. Uji  Publik  merupakan  proses  pengujian  atau  sosialisasi  kepada  pemangku kepentingan  internal  dan/atau  eksternal  dari  draf  standar  sebelum  ditetapkan sebagai standar  
  6. Standar isi pembelajaranadalah ruang lingkup  materi  dan  tingkat  kompetensi  yang  dituangkan  dalam  kriteria  tentang kompetensi  tamatan,  kompetensi  bahan  kajian,  kompetensi  mata  pelajaran,  dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
  7. Standar  isi  berdasarkan Peraturan Pemerintah No.13 tahun 2015 Perubahan Standar Nasional Pendidikan dan PermenritekDikti no.44 tahun 2015 memuat kerangka  dasar  dan  struktur  kurikulum,  beban  belajar,  kurikulum  tingkat  satuan pendidikan, dan kalender akademik.
  8. Kerangka  Dasar  dan  Struktur  kurikulum  merupakan  pola  dan  susunan  mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.
  9. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta  cara  yang  digunakan  sebagai  pedoman  penyelenggaraan  kegiatan  pembelajaran  untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.
  10. Kompetensi  hasil didik suatu program studi  terdiri atas: kompetensi utama; kompetensi pendukung; kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama.
  11. Kompetensi  adalah  seperangkat  tindakan  cerdas,  penuh  tanggung  jawab  yang dimiliki  seseorang  sebagai  syarat  untuk  dianggap  mampu  oleh  masyarakat dalam  melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.
  12. Kurikulum  pendidikan  tinggi  yang  menjadi  dasar penyelenggaraan  program  studi terdiri atas Kurikulum inti; Kurikulum institusional.
  13. Kurikulum  inti  merupakan  penciri  dari  kompetensi  utama 
  14. Kurikulum  institusional  merupakan  sejumlah  bahan  kajian  dan  pelajaran  yang merupakan bagian kurikulum pendidikan tinggi, terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu  dalam  kurikulum  inti  yang  disusun  dengan  memperhatikan  keadaan  dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi.
  15. Kurikulum   institusional  didalamnya  terumuskan  kompetensi   pendukung  dan kompetensi lainnya, yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama suatu  program studi dan ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi 16. Kompetensi  pendukung  sebesar  30%  sampai  dengan  60%  dari  keseluruhan  beban studi.
  16. Kompetensi lainnya sebesar 10% sampai dengan 30% dari keseluruhan beban studi.
  17. Sistem  Kredit  Semester  adalah  suatu  sistem  penyelenggaraan  pendidikan dengan  menggunakan  satuan  kredit  semester  (SKS)  untuk  menyatakan  beban  studi  mahasiswa,  beban  kerja  dosen,  pengalaman  belajar  dan  beban  penyelenggaraan  program.
  18. Semester  adalah  satuan  waktu  kegiatan  yang  terdiri  atas  minimal  16 (enam  belas)  minggu.
  19. Semester  sisipan/pendek  adalah  satuan  kegiatan  akademik  yang  diselenggarakan  antara  semester  genap  dan  semester  gasal  atau  sebaliknya yang  ekivalen  dengan semester  genap  dan  semester  gasal  sesuai  dengan  pengertian  satuan  kredit  semester (SKS).
  20. Satu  satuan  kredit  semester,  selanjutnya  disebut  1  (satu)  sks  adalah  takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 (satu) semester  melalui  3  (tiga)  kegiatan  per  minggu  meliputi  50  (lima  puluh) menit  tatap  muka terjadwal  (perkuliahan),  60  (enam puluh)  menit kegiatan terstruktur  dan  60 (enam puluh)  menit  kegiatan  mandiri,  atau  100 (seratus)menit praktikum,  atau  240  (dua  ratus empat puluh) menit kerja lapangan.
  21. Student Centered Learning (SCL) adalah sistem pembelajaran dengan menempatkan  mahasiswa sebagai  pelaku utama  dalam proses  pembelajaran dan  dosen  berfungsi  sebagai fasilitator.
  1. Pernyataan Isi   Standar

 

 

 

 

  1. Kedalaman  dan  keluasan  materi  pembelajaran  mengacu  pada  capaian  pembelajaran  lulusan.
  2. Tingkat  kedalaman  dan  keluasan  materi  pembelajaran  untuk  setiap  program pendidikan dirumuskan dengan mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusan dari KKNI.
  3. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran lulusan Program Diploma III dan Sarjana adalah paling  sedikit  menguasai  konsep  teoritis  bidang  pengetahuan  dan keterampilan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang  pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam.
  4. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran bersifat kumulatif dan/atau integratif.
  5. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran dituangkan dalam bahan kajian  yang distrukturkan dalam bentuk mata kuliah.
  6. Ketua  Jurusan,  Ketua  Program  Studi  dan  tim  kurikulum  dalam menyusun  kurikulum Program  Studi  dikembangkan  dan  dilaksanakan  berbasis  kompetensi
  7. Kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri atas:
  1. Kompetensi utama;
  2. Kompetensi pendukung;
  3. Kompetensi lain yang bersifat khusus
  1. Ketua  Program  Studi  dan  tim  kurikulum  bersama masyarakat  profesi  dan  pengguna  lulusan  menetapkan  kurikulum  inti  Program  Studi
  2. Kurikulum inti suatu program studi  bersifat:
  1. dasar untuk mencapai kompetensi lulusan
  2. acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi
  3. berlaku secara nasional dan internasional;
  4. lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa datang;
  5.  kesepakatan  bersama  antara  kalangan  perguruan  tinggi,  masyarakat profesi  dan  pengguna lulusan
  1. Kompetensi berdasarkan pada paling  sedikit  memenuhi  elemen  kurikulum sebagai berikut:
  1. Landasan kepribadian;
  2. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan/ atau olah raga;
  3. Kemampuan dan ketrampilan berkarya;
  4. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai;
  5. Penguasaan  kaidah  berkehidupan  bermasyarakat  sesuai  dengan  pilhan  keahlian  dalam berkarya.
  1. Ketua Program Studi dan tim kurikulum dalam menyusun kompetensi utama atau  kurikulum  inti  program  sarjana  berkisar  antara  40% -80%  dari  jumlah sks kurikulum  program  sarjana;  sedangkan  untuk  program diploma  sekurang-kurangnya 40% dari kurikulum program diploma
  2. Ketua  Program  Studi  dan  tim  kurikulum  dalam menyusun  kerangka dasar dan struktur kurikulum Sarjana Strata 1 (S1) dan Diploma wajib memuat mata kuliah  Pendidikan  Agama,  Pendidikan Kewarganegaraan,  dan  Bahasa  selama  dalam periode pendidikan
  3. Selain pada pernyataan ke satu, untuk kurikulum tingkat program sarjana strata satu  dan  diploma,  wajib  memuat  mata  kuliah  yang  bermuatan  kepribadian, kebudayaan,  serta mata kuliah Statistika, dan/atau Matematika.
  4. Ketua Program Studi dan tim kurikulum dalam menyusun beban studi  kurikulum  untuk  program  Sarjana  Strata  1  (S1)  minimal 144  (seratus  empat  puluh  empat) SKS dan maksimal 160 (seratus enam puluh) SKS, dengan waktu tempuh studi yang  dijadualkan  untuk  8  (delapan)  semester  dan  dapat  ditempuh  dalam  waktu  kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester.
  5. Ketua Program  Studi  dalam  menyusun penyelenggaraan pendidikan  setiap  tahun akademik dibagi dalam dua semester yang masing-masing terdiri atas 16 (enam  belas) minggu yang dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik Universitas
  6. Ketua Program  Studi  dapat  menyelenggarakan  kegiatan  semester sisipan/pendek  di  antara  semester  genap  dan  semester  gasal atau  sebaliknya  yang kegiatannya  ekivalen  dengan  satuan  kredit  semester  (SKS);  Penanggung  jawab  semester  sisipan/pendek  adalah  Dekan  dengan  membentuk  panitia/tim  yang melibatkan unsur administrasi.
  7. Dosen dalam menyelenggarakan  kegiatan  proses  pembelajaran  diutamakan dengan  sistem Student Centered Learning (SCL).
  8. Ketua Program  Studi  dan  tim  kurikulum  perlu melaksanakan  evaluasi  dan pengembangan  kurikulum  agar  tercapai  tujuan  kurikulum  dalam  kurun  waktu  maksimal 5 (lima) tahun; Unsur-unsur yang harus dievaluasi  dalam kegiatan evaluasi  kurikulum  minimal  adalah:  tujuan  kurikulum  (relevansi  dengan  stakeholders),  isi  kurikulum, proses pembelajaran, dan cara evaluasi hasil pembelajaran.
  1. Strategi Pelaksanaan Standar isi Pembelajaran  
  1. KetuaProgram  Studi  perlu  membina  hubungan  dengan organisasi  profesi, alumni, pemerintah, dan dunia usaha.
  2. Menyelenggarakan  pelatihan  yang  berkaitan  dengan  proses  pembelajaran  untukdosen.
  1. Indikator Ketercapaian Standar Isi Pembelajaran 
  • Tingkat keterserapan lulusan (fresh graduate)
  1. Dokumen terkait Pelaksanaan Standar Isi Pembelajaran 
  1. Buku Panduan Akademik
  2. Statuta Universitas Nusa Nipa
  3. Form penyusunan kurikulum berbasis kompetensi
  4. Surat Keputusan Dosen Pembimbing dan Tugas Akhir
  5. Surat Keputusan Penugasan Dosen Pengampu

 

  1. Referensi

 

 

  1. Peraturan Menteri RISTEKDIKTI No.44 tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  2. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
  3. Peraturan pemerintah No.13 tahun 2015 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan
  4. Peraturan  Pemerintah Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi
  5. Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, 2010
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaandan Penyelenggaraan Pendidikan.
  7. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, “Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, SPM- PT”, 2008
  8. Tim   Pengembangan   SPMI-PT,   “Sistem   Penjaminan   Mutu   Internal   Perguruan Tinggi”, Bahan Pelatihan, Ditjen Dikti, 2010.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BADAN PENJAMIN MUTU

UNIVERSITAS NUSA NIPA

Kode :03/BPM-SPEND.NN/VII/2017

Tanggal : 03 Juli 2017

STANDAR

PROSES PEMBELAJARAN

Revisi : 0

Halaman : 1 dari 16

 

 

STANDAR

PROSES PEMBELAJARAN

 

 

Proses

Penanggungjawab

Tanggal

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

  1. Perumusan

Cornelia Hildegardis, ST., MT

Anggota BPM

 

 

 

05/07/2017

  1. Pemeriksaan

Yasinta Roslinda Mero, SP., MP

Ketua BPM

 

 

 

05/07/2017

  1. Persetujuan

Dr. Jonas K.G.D Gobang, S.Fil, MA

Wakil Rektor I

 

 

 

05/07/2017

  1. Penetapan

Ir. Angelinus Vincentius, M.Si

Rektor

 

 

 

05/07/2017

  1. Pengendalian

Drs. Sabinus Nabu

Ketua Pengurus Yayasan

 

 

 

05/07/2017

 

 

 

 

 

 

 

 

Standar  proses  pembelajaran  mencakup  keseluruhan  tolok  ukur  pencapaian  minimal pada  suatu  siklus  penjaminan  mutu  tentang  seluruh  proses  kegiatan  pada  setiap  program  studi  yang  diselenggarakan  oleh  perguruan  tinggi  serta  pengembangannya  secara berkelanjutan.

Standar proses terdiri dari:

1.  Standar perencanaan proses pembelajaran

2.  Standar pelaksanaan proses pembelajaran

3.  Standar penilaian hasil proses pembelajaran

4.  Standar pengawasan proses pembelajaran.

 

STANDAR PERENCANAAN

PROSES PEMBELAJARAN  

  1. Visi  dan Misi

Visi :

Universitas Nusa Nipa menjadi Universitas unggul dalam pengembangan kawasan, mandiri, inovatif, berkarakter dan berkualitas dalam proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tercapai pada tahun 2020.

 

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkarakter dan berkualitas, mampu berperan secara aktif, mandiri, dan inovatif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan kawasan Regional Nusa Tenggara dalam bingkai Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia yang berwawasan global, untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing;
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat;
  4. Menyelenggarakan administrasi dan ketata-usahaan yang taat azas, modern dan profesional, serta memiliki tatakelola perguruan tinggi yang baik (good university goverment);
  5. Mengupayakan peningkatan secara nyata manfaat kerjasama baik Lokal, Nasional maupun Internasional untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
  1. Rasionale

 

 

 

Perencanaan  proses  pembelajaran  diperlukan  agar  proses  pembelajaran  dapat dilakukan  secara  sistematis  dan  berkualitas.  untuk  itulah  perlu  tersedia  standar  perencanaan proses pembelajaran , yaitu :

a.  Standar Penyusunan Jadwal,

b.  Standar Pemberian Tugas Mengajar Pada Dosen,

c.  Standar Kontrak Mengajar,

d.  Standar Penyusunan RPP,

e.  Standar Kontrol Aktivitas Proses Belajar Mengajar

 

 

 

  1. Pihak yang bertanggung jawab

 

Pihak yang bertanggungjawab:

Pihak yang bertanggungjawab dalam merumuskan:

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor I
  3. BPM
  4. Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan:

1.  Dekan Fakultas

2.  Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalammengevaluasi:

  1. Rektor
  2. Wakil Rektor I
  3. BPM
  4. Dekan Fakultas
  5. Ketua Program Studi

 

Pihak yang bertanggungjawab dalam pengendalian:

  1. Yayasan
  2. BPM

Pihak Yang terlibat :

  1. Dosen
  2. Staf Administrasi Akademik

 

  1. Definisi Hasil Istilah
  1. Proses  pembelajaran  diselenggarakan  secara  interaktif,  inspiratif, menyenangkan,  menantang,  memotivasi peserta  didik  untuk  berpartisipasi  aktif,  serta  memberikan  ruang  yang  cukup  bagi  prakarsa,  kreatifitas,  dan  kemandirian  sesuai  dengan  bakat  minat  dan  perkembangan  fisik  serta  psikologis  peserta  didik;  pendidik  memberikan  keteladanan;  setiap  satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,  penilaian  hasil  pembelajaran,  dan  pengawasan  proses pembelajaran  untuk  terlaksananya  proses  pembelajaran  secara  efektif  dan efisien.
  2. Perencanaan  proses  pembelajaran  itu  meliputi  silabus  dan  rencana  pelaksanaan  pembelajaran  yang  sekurang-kurangnya  memuat  tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian  hasil belajar.
  3. Jadwal  Kuliah  adalah  daftar  yang  berisi  informasi  tentang  hari,  waktu  perkuliahan,  mata  kuliah,  kode  mata  kuliah,  ruang  kuliah,  dan  dosen  pengampunya.
  4. Surat  Tugas  Mengajar  Dosen  adalah  surat  tugas  yang  berisi  informasi  tugas atau  kewajiban  dosen  untuk  mengampu  mata  kuliah  tertentu  dengan  jumlah SKS atau jam sesuai kurikulum yang berlaku.
  5. RPP adalah acuan pelaksanaan pembelajaran satu mata kuliah tertentu, berisi informasi  kompetensi  mata  kuliah  yang  harus  dicapai  oleh  mahasiswa  pada semester berjalan, dijabarkan dalam nama mata kuliah, deskripsi mata kuliah, kompetensi  umum,  kompetensi  khusus,  pokok  bahasan,  sub  pokok  bahasan, media  pembelajaran,  waktu  yang  diperlukan  untuk  menyampaikan  materi kuliah, dan buku pustaka yang digunakan. Selain itu juga berisi daftar informasi materi perkuliahan setiap pertemuan sebagai detail RPP yang menyangkut hal-hal yang akan dilakukan dosen pada setiap tatap muka dari penyajian sampai  pada penutup.
  6. Kontrak Perkuliahan adalah form yang berisi informasi materi perkuliahan yang akan  diberikan  sebagai  acuan  pembelajaran  selama  1  semester  berjalan  yang ditandatangani  oleh  Ketua Program  Studi,  dosen  dan  ketua  kelas sebagai bentuk kesepakatan dosenuntuk menjalankan tugasnya.
  7. Kontrol  Perkuliahan  adalah  form  isian  yang  berisi  hal-hal  berkaitan  dengan pelaksanaan  pembelajaran,  yaitu  nama  mata  kuliah,  nama  dosen,kesesuaian materi yang diajarkan dosen dengan RPP, jumlah kehadiran dosen, dan validasi dari struktural program studi.
  1. Pernyataan Isi   Standar

 

 

 

 

  1. Jadwal  perkuliahan  dibuat  oleh program studi paling  lambat  2  minggu  sebelum perkuliahan dimulai dan telah dibicarakan dalam rapat prodi.
  2. Surat  keputusan  mengajar  dibuat  oleh  bagian  akademik  2  minggu  sebelum perkuliahan dimulai.
  3. Beban  Kinerja  Dosen  (BKD)  dan  Rencana  Program  Semester  (RPS)  dimasukan oleh dosen ke prodi 1 minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  4. Kontrak  perkuliahan  dibuat  dan  ditandatangani  oleh  dosen  dan  mahasiswa secara tertulis pada pertemuan pertama dan dimasukan pada prodi.
  5. Sarana  dan  prasarana  (ruang  kuliah,  meja,  kursi,  whiteboard,  LCD,  dan laboratorium)  pembelajaran  telah  tersedia  paling  lambat  2  minggu  sebelum  perkuliahan dimulai.
  6. Bahan ajar dan bahan praktek tersedia dan siap pakai paling lambat 2 minggu  sebelum perkuliahan dimulai.
  7. Adanya  daftar  hadir  mengajar  paling  lambat  1  minggu  sebelum  perkuliahan dimulai.
  1. Strategi Pelaksanaan Standar  Perencanaan Proses Pembelajaran 
  1. Wakil Rektor Bidang Akademik berkoordinasi dengan pimpinan prodi dan pihak-pihak yang terkait.
  2. Ketua  Prodi  mendiskusikan  berbagai  hal  berkaitan  dengan  perencanaan  PBM pada setiap semester.
  3. Ketua  Prodi  menugasi  pihak-pihak  terkait  untuk  melaksanakan  tugas  seperti tertulis dalam pernyataan standar
  1. Indikator Ketercapaian Standar Perencanaan Proses Pembelajaran 
  1. Jadwal sudah diumumkan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  2. Surat keputusan mengajar sudah keluar 1 (satu) minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  3. RPP sudah tersusun 1 (satu) minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  4. Kontrak  perkuliahan  sudah  disampaikan  kepada  mahasiswa  pada  saat pertemuan perkuliahan pertama.
  5. Kontrol Aktivitas Proses Belajar Mengajar telah disiapkan paling lambat 1 (satu) minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  6. Sarana dan prasarana (ruang kuliah, meja, kursi, whiteboard, LCD, bengkel, dan laboratorium)  pembelajaran  telah  tersedia  paling  lambat  2  (dua)  minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  7. Bahan  ajar  dan  bahan  praktek  tersedia  dan  siap  pakai  paling  lambat  2  (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai.
  1. Dokumen terkait Pelaksanaan Standar Perencanaan Proses Pembelajaran 
  1. Buku Panduan Akademik
  2. Kurikulum
  3. Silabus,SAP
  4. Statuta Universitas Nusa Nipa
  5. Form Berita Acara pekuliahan
  1. Referensi

 

 

  1. Peraturan Menteri RISTEKDIKTI No.44 tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  2. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
  3. Peraturan  Pemerintah Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi
  4. Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, 2010.
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaandan Penyelenggaraan Pendidikan.
  6. PP No. 66 tahun 2010 tentang Perubahan PP No. 17 tahun 2010 tentang  Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi
  7. PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  8.  
  9. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, “Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, SPM- PT”, 2008
  10. Tim   Pengembangan   SPMI-PT,   “Sistem   Penjaminan   Mutu   Internal   Perguruan Tinggi”, Bahan Pelatihan, Ditjen Dikti, 2010.

 

 

 

 

 

 

 

STANDAR PELAKSANAAN

PROSES  PEMBELAJARAN  

 

  1. Visi  dan Misi

Visi :

Universitas Nusa Nipa menjadi Universitas unggul dalam pengembangan kawasan, mandiri, inovatif, berkarakter dan berkualitas dalam proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tercapai pada tahun 2020.

 

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkarakter dan berkualitas, mampu berperan secara aktif, mandiri, dan inovatif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan kawasan Regional Nusa Tenggara dalam bingkai Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia yang berwawasan global, untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing;
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat;
  4. Menyelenggarakan administrasi dan ketata-usahaan yang taat azas, modern dan profesional, serta memiliki tatakelola perguruan tinggi yang baik (good university goverment);
  5. Mengupayakan peningkatan secara nyata manfaat kerjasama baik Lokal, Nasional maupun Internasional untuk meningkat
Link Terkait

Follow my IG @JhonnyTheBay

 

Follow My IG @JhonnyTheBay