Seminar Nasional Mutu Pelayanan Keperawatan
Posted By 30 May 2017

Seminar Nasional (Semnas) yang diadakan pada tanggal 26 -27 Mei 2017 merupakan kerja sama antara Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNIPA dan PPNI Kabupaten Sikka. Semnas dengan tema “Penatalaksanaan Patient Safety di Rumah Sakit dan Aplikasi Komunikasi Efektif Dalam Pelayanan Keperawatan Dengan Metode SBAR” dibawakan oleh Ns Laurentina Nona Eda, M.Kep. Ns Laurentina merupakan Manajer Mutu Pelayanan Keperawatan dan Diklat Bogor Senior Hospital.

Para peserta yang terdiri dari para perawat dari berbagai rumah sakit dan puskesmas. Antara lain RSUD dr.TC Hillers Maumere, RS Kewapante, Puskesmas Waipare, Puskesmas Hewokloang, Puskesmas Nita, Puskesmas Watubaing, Puskesmas Paga, RSUD Ende, Puskesmas Onekore, Puskesmas Rukun Lima, Puskesmas Kota Baru, RSUD Bajawa, Puskesmas Bajawa, RSU Larantuka, Puskesmas Boru, Puskesmas Titehena, dan Puskesmas Solor, serta klinik-klinik yang ada di wilayah Flores.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Rektor dan para Wakil Rektor, perwakilan Direktur RSUD dr.TC Hillers, Sekretaris PPNI Kab.Sikka, Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES), para dosen FIKES, serta mahasiswa FIKES.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari diawali dengan seminar pada hari pertama dengan sub tema “Penatalaksanaan Patient Safety di Rumah Sakit”. Keselamatan pasien adalah prinsip dasar dan merupakan hak pasien. Perawat harus memahami hal tersebut agar dalam penatalaksanaannya dapat berjalan baik. Dalam penatalaksanaan patient safety harus mencapai enam gol patient safety yaitu melakukan identifikasi pasien secara benar, meningkatkan komunikasi yang efektif, meningkatkan keamanan obat , mengamankan pasien dari sisi lokasi prosedur, kurangi risiko infeksi terkait perawatan kesehatan dan pencegahan resiko pasien jatuh.

Selanjutnya pada hari kedua diadakan kegiatan workshop “Aplikasi Komunikasi Efektif Dalam Pelayanan Keperawatan Dengan Metode SBAR”. Metode SBAR kepanjangan dari Situation, Background, Assessment and Recommendation. Komunikasi yang efektif akan terjalin antara pasien dengan perawat jika seorang perawat memiliki pengetahuan, keterampilan dan empati. Seorang perawat juga harus memiliki kepercayaan diri dan kemampuan memeriksa bahwa pesan yang diberikan telah diterima dengan benar oleh pasien. Kegiatan workshop juga diisi dengan pelatihan kepada para perawat.

Kegiatan Semnas ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Ns Laurentina selaku pemateri dan tarian gawi bersama para peserta Semnas.



Lihat Berita Lainnya >>
Link Terkait

Follow my IG @JhonnyTheBay

 

Follow My IG @JhonnyTheBay